PENGERTIAN
KIAMAT SUGRA DAN KUBRA BESERTA DALILNYA
A.PENGERTIAN
KIAMAT
Pengertian Hari Akhir atau Kiamat. Hari kiamat adalah hari akhir kehidupan seluruh
manusia dan makhluk hidup di dunia yang harus kita percayai kebenaran adanya
yang menjadi jembatan untuk menuju ke kehidupan selanjutnya di akhirat yang
kekal dan abadi.
1.pengertian
kiamat sugra dan Kubra
a.Kiamat sugra
Kiamat sugra dapat disebut dengan
kiamat kecil. Definisinya merupakan suatu peristiwa yang terjadi pada alam
termasuk manusia, seperti meninggalnya seseorang, atau peristiwa yang sering
terjadi disekitar kita seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan
peristiwa-peristiwa yang lain yang dapat menyebabkan kehilangan nyawa seseorang
atau beberapa orang.
Kiamat surga merupakan kalimat kecil, yaitu kerusakan yang dialami sebagian
alam setiap waktu, seperti bencana alam, gunung meletus kebakaran hutan atau
juga meninggalnya seseorang. Sebagaiman firman Allah Swt dalam surah ar-Rahman
(55) ayat 26-27Artinya: "Semua yang ada dibumi pasti akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yan. Mempunyai kebesaran dan kemuliaan"
adapun dalam surah ali'Imrah ayat 185 yang artinya :"Tiap-tiap yang bernyawa pasti pasti akan merasakan mati dan sesungguhnya pada hari kiamat disempurnakan pahalamu."
b.Kiamat kubra
Setelah mengetahui kiamat kubra, maka selanjutnya adalah
kimat kubra. Kiamat kubra ini dapat disebut dengan kiamat besar. Definisinya
adalah peristiwa hancurnya alam semesta dengan semua isinya termasuk bumi,
matahari, dan planet-planet lainnya.
Kiamat kubra ini ditandari dengan ditiupnya terompet sangkakala oleh
Malaikan Israfil. Tidak ada yang tahu kapan terjadi kiamat besar ini, kecuali
Allah swt. Bahkan Nabi Muhammad saw pun tidak tahu, tetapi Rasulullah saw telah
memberikan tanda-tandanya sebelum datangnya hari kiamat. Tanda-tanda kecil
kiamat kubra ini adalah diutusnya Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir,
merajalela minuman keras (khamr) dan praktek perzinaan yang dilakukan secara
terang-terangan dan lain sebagainya. Sementara itu tanda-tanda besar datangnya
kiamat kubra adalah terbitnya matahari dari arah barat, lenyapnya Al Qur'an,
Munculnya Ya'juj dan Ma'juj, munculnya dajjal, rusaknya Ka'bah, dan keluanya
binatang ajaib yang bisa berbicara dan lain sebagainya.
B.TAHAPAN TAHAPAN KIAMAT
A.KIAMAT KUBRA
B.tanda
tanda kiamat
1.kiamat sugra
Kiamat sugra ditandai dengan adanya :
1. Diutusnya Rasulullah saw
Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata:
Aku mendengar Nabi saw. bersabda sambil
memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah: Waktu aku diutus
(menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti ini (mengisyaratkan
dekatnya waktu kiamat). (Shahih Muslim No.5244)
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Waktu aku diutus
(menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti jarak antara kedua jari
ini. (Shahih Muslim No.5245)
Jabir r.a. berkata, ”Adalah Rasulullah saw. jika
beliau khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat
seperti panglima perang, beliau bersabda, ‘(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore
kalian.’ Beliau melanjutkan, ‘Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.’
Rasulullah saw. mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari
tengah. (HR Muslim)
2. Disia-siakannya Amanat
Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada
dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab
Badui dan berkata, “Kapan terjadi Kiamat ?” Rasulullah saw. terus melanjutkan
pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw. mendengar apa yang
ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.” Berkata sebagian yang
lain, “Rasul saw. tidak mendengar.” Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan
perkataannya, beliau bertanya, “Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata
lelaki Badui itu, ”Saya, wahai Rasulullah saw.” Rasulullah saw. Berkata, “Jika
amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Bertanya, “Bagaimana
menyia-nyiakannya?” Rasulullah saw. Menjawab, “Jika urusan diserahkan kepada
yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR Bukhari)
3. Penggembala Menjadi Kaya
Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang
tanda-tanda kiamat, lalu beliau menjawab, “Seorang budak melahirkan majikannya,
dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin,
penggembala binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan.” (HR Muslim)
Saat ini orang berlomba-lomba membangun gedung
tinggi. Saat ini Dubai bahkan membangun gedung Burj Khalifa / Burj Dubai yang
tingginya mencapai 828 meter meski untuk itu mereka mengalami kesulitan
keuangan.
4. Sungai Efrat Berubah Menjadi Emas
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak
akan terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia
saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. Lalu terbunuhlah dari setiap
seratus orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka
berkata: Semoga akulah orang yang selamat. (Shahih Muslim No.5152)
5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam
”Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku
(Rasulullah saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar,
tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim,
kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa
Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.” (HR Ahmad dan At-Tabrani dari
Muadz).
6. Banyak terjadi pembunuhan
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw.
bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat
bertanya apa itu haraj, ya Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Haraj adalah
pembunuhan, pembunuhan.” (HR Muslim)
7. Munculnya kaum Khawarij
Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah
saw. bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda,
bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya
sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah
keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa
yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR Bukhari).
8. Banyak polisi dan pembela kezhaliman
“Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari
melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang
dibenci Allah. Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka.” (HR
At-Tabrani)
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan
terjadi kecuali setelah dua golongan besar saling berperang sehingga pecahlah
peperangan hebat antara keduanya padahal dakwah mereka adalah satu. (Shahih
Muslim No.5142)
9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka
kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang
batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim,
wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali
pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim)
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan
memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu
berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!. (Shahih Muslim
No.5200)
Kenapa orang-orang Yahudi diperangi? Karena
mereka sangat kejam. Bahkan wanita dan anak-anak pun tidak lepas dari kekejaman
mereka. Silahkan lihat foto dan videonya:
10. Dominannya Fitnah
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw.
bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta
dan berdekatannya pasar.” (HR Ahmad).
11. Sedikitnya ilmu
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Di antara tanda-tanda
hari kiamat ialah diangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, banyak yang meminum
arak, dan timbulnya perzinaan yang dilakukan secara terang-terangan. (Shahih
Muslim No.4824)
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya menjelang
terjadinya hari kiamat terdapat beberapa hari di mana pada hari-hari itu ilmu
akan diangkat, diturunkan kebodohan dan banyak terjadi peristiwa pembunuhan.
(Shahih Muslim No.4826)
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat semakin
mendekat, ilmu akan dicabut, fitnah akan banyak muncul, sifat kikir akan
merajalela dan banyak terjadi haraj. Para sahabat bertanya: Apakah haraj itu?
Rasulullah saw. menjawab: Yaitu pembunuhan. (Shahih Muslim No.4827)
12. Merebaknya perzinahan
Perzinahan dilakukan terang-terangan dan sudah
menjadi suatu kebiasaan di masyarakat luas. Saat ini free sex atau kumpul kebo
dan perselingkuhan sudah jadi hal yang biasa. Bukan hanya antar pria dan
wanita, bahkan juga sesama jenis (homosex/lesbian).
13. Mabuk-mabukan banyak dilakukan
Mabuk seolah bukan perbuatan yang diharamkan.
Saat ini minuman keras dapat dibeli dengan mudah di mini market atau super
market seperti Alpha, Carrefour, dan sebagainya.
14. Banyaknya kaum wanita
Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw.
bersabda. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat,
banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr,
sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada
satu lelaki.” (HR Bukhari)
Jumlah wanita semakin lebih banyak dibandingkan
dengan pria, dan mereka sudah tidak malu lagi berpakaian setengah telanjang.
Banyak wanita yang berdandan/berpenampilan
seperti pria, begitu juga sebaliknya. Kita melihat banyak wanita mengenakan
baju kaos/kemeja pria dan celana. Sementara para pria banyak yang mengenakan
kalung dan anting. Bahkan banyak pula yang tidak malu mengenakan pakaian wanita
di TV-TV. Ini adalah tanda hari kiamat. Hanya orang-orang berakhlak buruk dan
calon penghuni nerakalah yang berkelakuan seperti itu.
15. Bermewah-mewah dalam membangun masjid
Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Diantara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan
masjid.” (HR Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban)
Banyak orang bermewah-mewah dalam membangun
masjid sementara jamaahnya sedikit, serta saling membanggakan keindahan masjid.
16. Menyebarnya riba dan harta haram
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw.
bersabda, “Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali
akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.”
(HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw.
bersabda, “Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli
dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.” (HR Ahmad
dan Bukhari)
Umat manusia berlomba menumpuk kekayaan dengan
jalan yang tidak halal serta maraknya praktek riba. Saat ini korupsi,
suap-menyuap, atau pun gaji raksasa yang di luar kewajaran sudah merajalela.
Sulit orang untuk memberantas korupsi. Salah-salah justru dia bisa dipenjara
atau dibunuh.
17. Kiamat tidak akan terjadi sebelum api
muncul dari tanah Hijaz
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan
terjadi sebelum api muncul dari tanah Hijaz yang dapat menerangi leher-leher
unta di Basrah. (Shahih Muslim No.5164)
Boleh jadi penemuan minyak di tanah Arab yang
memberi energi penerangan merupakan satu tanda Kiamat kecil itu.
18. Kiamat tidak akan terjadi sebelum
suku Daus menyembah Dzul Khalashah
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan
terjadi sebelum pinggul-pinggul kaum wanita suku Daus bergoyang di sekeliling
Dzul Khalashah, yaitu sebuah berhala yang disembah suku Daus di Tabalah pada
zaman jahiliah. (Tabalah adalah nama daerah di Yaman). (Shahih Muslim No.5173)
19. Kiamat tidak akan terjadi sebelum
seseorang melewati kuburan orang lain, lalu ia berharap dapat menggantikan
tempat si mayit karena beratnya cobaan dunia
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan
terjadi sebelum seseorang melewati kuburan orang lain lalu berkata: Alangkah
senangnya bila aku menempati tempatnya!. (Shahih Muslim No.5175)
20. Munculnya sekitar 30 Dajjal yang
mengaku Nabi Palsu
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Kiamat tidak
akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar
tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah. (Shahih Muslim
No.5205)
Saat ini banyak sekali orang yang mengaku Nabi
palsu. Padahal tidak ada lagi Nabi atau pun Rasul setelah Nabi Muhammad SAW
yang merupakan “Penutup para Nabi” (Khatamaan Nabiyyiin). Pemunculan Nabi Palsu
mulai dari Musailamah Al Kadzdzab, hingga Ghulam Mirza Ahmad, Mosadeq, Lia
Eden, dan sebagainya merupakan satu tanda hari kiamat.
21. Banyaknya Gempa Bumi
Abu Hurairah berkata, “Nabi bersabda, ‘Tidak akan
tiba hari kiamat sehingga ilmu pengetahuan (agama) dilenyapkan, banyak gempa
bumi, masa saling berdekatan (semakin singkat), banyak timbul fitnah, banyak
huru-hara yaitu pembunuhan, hingga harta benda melimpah ruah di antara kamu.'”
21. Tanah Arab Hijau Kembali dengan Pepohonan
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا.
“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga tanah Arab
kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai.”
22. Peperangan antara 2 Kelompok Besar Muslim
Satu Tanda Kiamat akan ada peperangan antara 2 kelompok besar Muslim. Mereka bersyahadah dan sholat. Namun saling bunuh. Hindarilah peperangan agar aman dari neraka.
Hadis riwayat Abu Bakrah ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila dua orang muslim saling bertarung dengan menghunus pedang mereka, maka pembunuh dan yang terbunuh, keduanya akan masuk neraka. Aku (Abu Bakrah) bertanya atau beliau ditanya: Wahai Rasulullah, kalau yang membunuh itu sudah jelas berdosa, tetapi bagaimana dengan yang terbunuh? Beliau menjawab: Karena sesungguhnya ia juga ingin membunuh saudaranya. (Shahih Muslim No.5139)
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila dua orang muslim saling bertarung dengan menghunus pedang mereka, maka pembunuh dan yang terbunuh, keduanya akan masuk neraka. Aku (Abu Bakrah) bertanya atau beliau ditanya: Wahai Rasulullah, kalau yang membunuh itu sudah jelas berdosa, tetapi bagaimana dengan yang terbunuh? Beliau menjawab: Karena sesungguhnya ia juga ingin membunuh saudaranya. (Shahih Muslim No.5139)
C.tahapan kiamat Kubra
1.Terbitnya matahari dari arah baratRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kiamat tidak akan datang sebelum matahari terbit dari arah Barat. Apabila orang-orang melihat hal ini, maka semua orang yang ada di atasnya beriman. Hal ini pada saat tidak berguna lagi iman seseorang yang memang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu.”
2.Kabut
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Maka Tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih.” (QS. Ad-Dukhan: 10-11)
Yang dimaksud dengan dukhan dalam ayat ini ialah kabut tebal yang memenuhi antara langit dan bumi yang muncul sebelum kiamat datang yang mengambil nafas orang-orang kafir sehingga mereka hampir tercekik sedangkan bagi orang-orang mukmin seperti mengalami pilek. Kabut ini berlangsung di muka bumi selama empat puluh hari.
3.Munculnya Dabbah (binatang) yang dapat berbicara dengan manusia
Di antara tanda-tanda kiamat besar ialah keluarnya Dabbah (binatang) dari dalam bumi yang dapat berbicara dengan manusia dengan bahasa yang fasih yang dapat dipahami oleh semua yang mendengarnya. Dabbah itu mengabarkan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak beriman kepada ayat-ayat Allah. Dabbah ini muncul di akhir zaman pada saat manusia telah mengalami kebobrokan, mereka meninggalkan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan mengganti agama yang benar. Lantas Dabbah berbicara kepada mereka, “Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat kami.” Dabbah ini keluar dengan membawa tongkat Nabi Musa ‘alaihissalam dan cincin Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Hidung orang-orang kafir diberi cap dengan cincin. Dan wajah orang mukmin menjadi terang berkat tongkat tersebut sehingga dapat dikenali antara orang mukmin dan orang kafir.
4.Munculnya al-Masih Dajjal
Dia dinamai al-A’war ad-Dajjal karena dia buta sebelah matanya yang kanan. Fitnahnya merupakan fitnah terbesar yang menimpa orang-orang di akhir zaman. Al-A’war ad-Dajjal tidak hanya mengaku-aku sebagai nabi, bahkan dia juga mengaku-aku sebagai tuhan. Muncul beberapa hal-hal yang luar biasa melalui kedua tangannya sebagai bentuk istidraj dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya dan sebagai ujian bagi para manusia. Dia berkata kepada langit, “Hujanlah!” Maka langit pun menurunkan hujan. Dia berkata kepada bumi, “Keluarkanlah tanamanmu dan kekayaan yang kau pendam!” Maka bumi pun mengeluarkannya. Dia dapat membunuh manusia lalu menghidupkannya kembali. Dia mengelilingi seluruh permukaan bumi. Semua daerah yang dia masuki pasti dia berbuat kerusakan di dalamnya kecuali Mekah dan Madinah. Sebab, jika dia hendak memasukinya, dia menjumpai malaikat yang menjaganya, makanya dia kembali dan gagal. Dajjal kali pertama muncul di sebuah kota yang bernama Asfihan. Pada awalnya dia diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi. Kemudian dia diikuti oleh orang-orang rendahan, orang-orang bodoh, dan rakyat jelata. Dia berada di muka bumi selama empat puluh hari. Ada sehari yang bagaikan setahun. Ada yang sehari bagaikan sebulan. Dan ada sehari yang bagaikan sepekan. Selebihnya, hari-hari sebagaimana hari-hari biasa.
Semua keterangan ini terdapat di dalam hadis-hadis shahih. Kami akan menuturkan sebagian di antaranya dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada seorang nabi pun melainkan memberi peringatan kepada umatnya mengenai orang buta sebelah yang pendusta. Ingalah bahwa dia buta sebelah. Sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah. Di antara kedua matanya tertulis ‘kafir’ yang dapat dibaca oleh semua muslim.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Dajjal keluar dengan membawa air dan api. Maka, air yang dilihat oleh orang-orang sesungguhnya adalah api yang membakar. Sedangkan api yang dilihat oleh orang-orang, sesungguhnya adalah air yang dingin dan segar. Barangsiapa di antara kalian yang menjumpai hal ini, maka hendaklah dia menjatuhkan diri pada sesuatu yang dilihatnya api, karena sesungguhnya hal itu adalah air segar yang baik.”
An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan tentang Dajjal pada suatu pagi. Beliau merendahkan tetapi juga meninggikan suaranya, sampai-sampai kami menduga bahwa Dajjal berada di satu sisi pohon kurma.” (Maksudnya, beliau merendahkan suaranya dengan menyebutkan bahwa dia buta sebelah dan di antara kedua matanya tertulis ‘kafir’. Beliau juga memandang besar fitnah Dajjal karena mencakup hal-hal yang luar biasa. Artinya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh mengganggap dekat munculnya Dajjal. Beliau menggunakan redaksi yang bermacam-macam, baik yang merendahkan maupun yang meninggikan –redaksi sehingga kami menduga- untuk bersungguh-sungguh dalam menganggap dekat –bahwa Dajjal berada di satu sisi pohon kurma- di (Madinah).
Beliau bersabda, “Selain Dajjal yang lebih saya khawatirkan atas diri kalian. Apabila dia muncul sedangkan saya masih ada di antara kalian, maka sayalah yang akan mematahkan hujjahnya untuk membela kalian. Apabila dia muncul dan saya sudah tidak ada di antara kalian, maka tiap-tiap orang membela dirinya sendiri. Allah yang menggantikan diriku atas setiap orang muslim. Dajjal adalah pemuda yang berambut keriting, matanya sayu, seakan-akan saya menyamakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan (seseorang yang binasa pada masa jahiliyah). Barangsiapa bertemu dengannya, maka bacakan kepadanya bagian pembukaan surat Al-Kahfi. Dia muncul di daerah antara Syiria dan Irak. Dia membuat banyak kerusakan di kanan dan di kiri. Wahai hamba-hamba Allah! Tetaplah (pada keimanan dan janganlah melenceng darinya).” Kami bertanya, “Wahai Rasulullah! Berapa lama dia berada di muka bumi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Empat puluh hari. Yang sehari bagaikan setahun. Sehari lagi bagaikan sebulan. Dan sehari lagi bagaikan sepekan. Sedangkan hari-hari lainnya seperti hari-hari biasa.”
Kami kembali bertanya, “Wahai Rasulullah! Pada sehari yang bagaikan setahun, cukupkah bagi kami melakukan shalat untuk sehari dalam hari tersebut?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak. Perkirakanlah kadar waktunya.”
Kami bertanya lagi, “Wahai Rasulullah! Seperti apakah kecepatan Dajjal di bumi?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Bagaikan mendung yang ditiup angin. Dia mendatangi suatu kaum, lalu dia mengajak kaum tersebut, kemudian mereka beriman kepadanya dan menerimanya. Lantas dia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka langit pun menurunkan hujan. Dia memerintahkan bumi untuk mengeluarkan tanaman, lantas bumi pun menumbuhkan tanamannya, sehingga binatang-binatang ternak mereka kembali di penghujung siang dalam keadaan yang sangat baik, punuknya besar, serta gemuk dan kenyang. Kemudian dia mendatangi kaum lain, lalu dia mengajak kaum tersebut, dan ternyata kaum ini menolaknya (mereka masih teguh dengan ketauhidannya), lantas dia berpaling dari kaum tersebut, lantas mereka mengalami paceklik (tidak ada hujan turun di wilayah mereka dan rerumputan menjadi kering). Tidak ada harta apa pun di tangan mereka dan mereka berjalan melewati reruntuhan, kemudian Dajjal berkata pada reruntuhan tersebut, ‘Keluarkanlah harta pendamanmu,’ maka harta pendaman reruntuhan tersebut mengikutinya sebagaimana ratu lebah. Selanjutnya Dajjal memanggil seorang pemuda kekar, lalu dia membelahnya dengan pedang menjadi dua bagian yang terpisah jauh sejauh lemparan, kemudian dia memanggilnya lagi, lantas potongan tubuh itu menghadap dengan wajah yang berseri-seri sambil tertawa.
aDalam kondisi yang demikian, selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Isa Al-Masih bin Maryam ‘alaihissalam. Beliau turun di menara putih sebelah timur Damaskus, mengenakan dua pakaian yang diwarnai, seraya meletakkan kedua telapak tangannya pada sayap dua malaikat. Ketika beliau menundukkan kepalanya, keringat bercucuran bagaikan permata. Orang kafir tidak mungkin mencium nafasnya kecuali langsung mati. Nafas beliau sampai sejauh mata memandang. Kemudian Nabi Isa mencari Dajjal sehingga beliau menemukannya di Bab Lud (nama tempat Syiria) lalu nabi Isa membunuhnya. Selanjutnya Nabi Isa mendatangi kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu beliau mengusap wajah-wajah mereka, beliau menjelaskan kepada mereka derajat mereka di surga.
Dalam kondisi demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi wahyu kepada Nabi Isa ‘alaihissalam, ‘Sungguh, Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku. Tidak ada seorang pun yang mempunyai kemampuan untuk memerangi mereka. Kumpulkanlah mereka ini ke bukit Tursina (Jadikanlah bukit Tursina sebagai benteng).’ Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirim Ya’juj Ma’juj. Mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Orang pertama di antara mereka melewati danau Thabariyah, lalu mereka meminum airnya. Orang terakhir juga melewatinya, lalu mereka berkata, ‘Sungguh, tadi ada di danau ini banyak airnya.’ Nabi Isa ‘alaihissalam beserta sahabat-sahabatnya semakin kepepet, sehingga kepala sapi bagi salah seorang di antara mereka lebih baik dari pada seratu dinar bagi kalian semua hari ini (lantaran mereka sangat membutuhkan makanan), kemudian Nabi Isa beserta sahabat-sahabatnya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Mereka memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar gangguan Ya’juj Ma’juj segera dihilangkan), lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirim cacing di dalam hidung unta dan kambing pada leher-leher mereka. Lantas mereka pun mati sekaligus. Kemudian Nabi Isa ‘alaihissalam beserta sahabat-sahabatnya turun ke bumi. Ternyata mereka tidak menemukan tempat sejengkal pun di muka bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk. Lantas Nabi Isa beserta sahabat-sahabatnya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian Allah mengirimkan burung-burung semisal leher unta. Burung-burung itu membawa bangkai Ya’juj Ma’juj lalu dilemparkan sesuai kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan hujan yang tidak dapat ditahan oleh tanah keras dan gandum. Maka, bumi pun dicuci bersih sehingga seperti kaca. Kemudian dikatakan kepada bumi, ‘Tumbuhkanlah buah-buahmu dan kembalikanlah berkahmu.’ Pada hari itu sekelompok orang memakan delima dan mereka berteduh dengan kulitnya, air susu sangat diberkahi. Bahkan, seekor unta yang hampir melahirkan mencukupi untuk sekelompok orang banyak. Seekor sapi yang hampir melahirkan mencukupi untuk satu kabilah. Seekor kambing yanghampir melahirkan mencukupi satu suku. Dalam kondisi demikian, tiba-tiba Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan angin yang baik, lalu angin ini mengena mereka di bawah ketiak mereka, sehingga ruh setiap orang mukmin dan muslim dicabut. Yang masih tersisa tinggal orang-orang jahat. Orang-orang pun melakukan hubungan seks sebagaimana keledai (artinya, lelaki dan perempuan melakukan hubungan seks secara terang-terangan di hadapan banyak orang bagaikan keledai). Maka, dalam kondisi demikian datanglah hari kiamat.” (HR. Muslim)
5.Turunnya Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam
Termasuk di antara tanda-tanda kiamat besar ialah turunnya al-Masih Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam. Alquran dan hadis-hadis telah menunjukkan hal ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Tidak ada seorang pun di antara ahli kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.” (QS. An-Nisa: 159)
Artinya, tidak ada seorang pun dari ahli kitab melainkan akan beriman kepada Nabi Isa ‘alaihissalam menjelang kematiannya dan pada hari kiamat Nabi Isa ‘alaihissalam akan memberi kesaksian kepada mereka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan sungguh, dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (kiamat) itu dan ikutilah aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Az-Zukhruf: 61)
Sesungguhnya turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam merupakan tanda-tanda kiamat sudah dekat. Terdapat beberapa hadis mutawatir mengenai turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam. Sekarang ini Nabi Isa ‘alaihissalam hidup di langit. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat ruhnya dan jasadnya kehadirat-Nya. Beliau akan turun ke bumi sebagai hakim yang adil yang menetapkan hukum berdasarkan syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Dzat yang menguasai jiwaku. Sungguh, putra Maryam akan turun kepada kalian semua sebagai hakim yang adil. Lalu dia menghancurkan salib, membunuh babi, dan meniadakan pajak. Harta pun melimpah-limpah sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerima (pemberian orang lain). Sehingga sujud sekali lebih baik dari pada dunia dan isinya.” Terdapat di dalam hadis-hadis shahih pula bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam adalah orang yang akan membunuh Dajjal. Dan setelah misi Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam selesai, beliau meninggal dunia, lalu kaum muslimin menshalatinya dan dimakamkan di kamar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang suci.
6.Keluarnya Ya’juj Ma’juj
Ya’juj Ma’juj disebutkan di dalam Alquran Al-Karim di dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Mereka berkata, ‘Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?’.” (QS. Al-Kahfi: 94)
Ya’juj Ma’juj merupakan kabilah dari keturunan Yafits bin Nuh. Mereka keluar di akhir zaman setelah dinding penghalang yang dibuat oleh Dzulqarnain jebol. Lantas mereka membuat kerusakan di muka bumi dengan berbagai macam tindakan keji dan kerusakan. Saking banyaknya, mereka memakan makanan dan tanaman apa saja yang dijumpainya dan meminum danau Thabariyah sampai seakan-akan tidak pernah ada airnya.
7.Keluarnya api yang menggiring manusia ke padang Mahsyar
Api ini keluar dari tanah ‘Adn, yaitu api besar yang menakutkan. Tidak ada sesuatu pun yang dapat memadamkannya. Api ini menggiring manusia ke padang Mahsyar. Demikianlah di antara tanda-tanda kiamat besar. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menyelamatkan kita dari api dunia dan akhirat dan semoga Dia menyelamatkan kita dari kengerian kiamat berkat anugerah-Nya dan kemuliaan-Nya. Sungguh, Dia Maha Mendengar dan Mahadekat.
SURGA DAN NERAKA
Sebelum memasuki surga atau neraka, manusia
akan melewati Shiroth yaitu
jembatan yang direntangkan di atas neraka jahannam yang akan dilewati ummat
manusia. Orang beriman akan berjalan melalui shiroth sesuai dengan
amalan mereka sedangkan orang kafir langsung masuk dalam neraka tanpa melewati shiroth. Di antara mereka ada yang berjalan sekejap mata, ada yang
secepat kilat, ada yang secepat hembusan angin, ada pula yang berjalan secepat
kuda, ada pula yang berjalan seperti penunggang unta, ada yang dengan berlari,
ada yang dengan berjalan santai, ada yang dengan merangkak, dan ada pula yang
jatuh dalam neraka, na’udzu billah.
Berjalan di shiroth tersebut bukanlah ikhtiyar (usaha) manusia. Seandainya hal itu merupakan usaha mereka,
tentu mereka akan berjalan melewati shiroth dengan cepat.
Akan tetapi mereka hanya bisa melewatinya tergantung dari amalannya di dunia.
Barangsiapa yang bersegera melakukan amalan sesuai dengan petunjuk Rasul,
maka dia akan semakin cepat dalam melewatishiroth. Sebaliknya barangsiapa yang semakin lambat dalam
melakukan amalan, maka dia akan semakin lambat pula dalam melewati shiroth. Ingatlah ‘al
jaza’ min jinsil ‘amal’ (Balasan itu
tergantung dari amal perbuatan)! (Lihat Syarh Al
Aqidah Al Wasithiyah, 386-387)
Barangsiapa yang selamat melewati shiroth ini maka dia akan masuk surga. Dan yang pertama kali
meminta dibukakan pintu surga adalah Nabi kita Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam dan tidak ada
yang masuk ke surga sebelum beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam (HR. Muslim). Dan umat yang pertama kali akan memasuki
surga adalah umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Lalu apakah surga dan neraka saat ini sudah
ada? Menurut aqidah yang benar, surga dan neraka saat ini sudah ada sebagaimana
firman Allah Ta’ala (yang artinya),”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga
yang luasnya seluas langit dan bumi yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran [3] : 133) dan firman AllahTa’ala yang
artinya,”Dan peliharalah dirimu dari api
neraka, yang
telah disediakan untuk
orang-orang yang kafir.” (QS. Ali Imran
[3] : 131)
Lihatlah bagaimana indahnya surga yang
tidak bisa dibayangkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,”Surga itu disediakan bagi orang-orang sholih, kenikmatan di
dalamnya tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga,
dan tidak pula pernah terlintas dalam hati. Maka bacalah jika kalian
menghendaki firman Allah Ta’ala (yang artinya),”Tak seorangpun mengetahui berbagai
nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa
yang mereka kerjakan.” (QS. As Sajdah
[32] : 17) (HR. Bukhari & Muslim)
Dan lihatlah dahsyatnya neraka sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan,”Panas api kalian di dunia hanya 1/70 bagian dari panas api jahannam.” (HR. Bukhari). Subhanallah!! Berarti sangat dahsyat sekali siksaan di dalamnya.
Dan lihatlah dahsyatnya neraka sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan,”Panas api kalian di dunia hanya 1/70 bagian dari panas api jahannam.” (HR. Bukhari). Subhanallah!! Berarti sangat dahsyat sekali siksaan di dalamnya.
Saudaraku, ingatlah akan hari di mana kita akan dikembalikan
kepada Dzat yang telah menciptakan kita, hari di mana semua perbuatan kita akan
dihisab. Maka renungkanlah perkataan sahabat Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu, ”Sesungguhnya hari ini adalah hari beramal dan
bukanlah hari hisab (perhitungan), sedangkan besok (di akhirat, pen) adalah
hari hisab (perhitungan) dan bukanlah hari beramal lagi.”
(HR. Bukhari secara mu’allaq, Ma’arijul Qobul II/106)
Ya Allah, kami meminta kepada Engkau surga
dan amalan yang akan mengantarkan kami kepadanya. Dan kami berlindung kepada
Engkau (Ya Allah) dari neraka dan amalan yang akan mengantarkan kami kepadanya.
Dan kami memohon kepada-Mu agar menjadikan setiap apa yang Engkau takdirkan
bagi kami adalah baik.
Amin Ya Mujibbad Da’awat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa
shollallahu ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
A.ORANG ORANG YANG AKAN MASUK
SURGA.Meski demikian, Allah sudah menjelaskan ciri penghuni surga dalam firman-Nya. Di dalam surat Ali Imran dijelaskan tentang sifat-sifat para penghuni surga saat masih menjalani kehidupan di dunia. Seperti apa ciri-cirnya? Berikut ringkasannya.
Quran surat Ali Imran merupakan surat ke tiga dalam Alquran yang memiliki 200 ayat. Surat ini termasuk golongan surat Madaniyah atau surat-surat yang turun di kota Madinah. Dalam surat tersebut menceritakan tentang keteladanan keluarga Ali Imran. Beliau adalah ayah dari Ibunda Siti Maryam yang sudah melahirkan Nabi Isa.
Di dalam surat tersebut juga disebutkan tentang ciri-ciri ahli surga. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam ayat 16-17 pada ayat tersebut. Berikut potongan ayat dalam surat Ali Imran yang menjelaskan tentang ciri penghuni surga.
“(Ahli syurga itu ialah) orang-orang yang berdoa, “Ya Allah Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka”. Yaitu orang-orang yang sabar, orang-orang yang benar, orang-orang yang thaat, orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah dan orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur”. (QS. Ali Imran: 16-17)
B.ORANG ORANG YANG AKAN MASUK NERAKA
. Ciri terakhir yang dijelaskan dalamm surat Ali Imran adalah
mereka yang memohon ampun pada waktu sahur. Waktu sahur merupakan waktu
sepertiga malam yang biasanya sangat utama dilakukan untuk salat Tahajud dan
memiliki banyak keutamaan.
Pada waktu ini berdasarkan hadist Nabi dijelaskan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia memberikan rahmat dan ampunan kepada hamba-Hamba-Nya. Nabi pun mencotohkan dengan melakukan berbagai ibadah kepada Allah pada waktu ini.
Pada waktu ini berdasarkan hadist Nabi dijelaskan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia memberikan rahmat dan ampunan kepada hamba-Hamba-Nya. Nabi pun mencotohkan dengan melakukan berbagai ibadah kepada Allah pada waktu ini.
Mereka
sedikit sekali tidur di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun
kepada Allah.” (QS Adz Dzariat : 17-18)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar