GANGGUAN PADA INDRA PENDENGARAN Jenis-Jenis penyakit pada telinga -.Othematoma Penyakit ini juga sering disebut denga...
Jumat, 31 Maret 2017
KEUNGGULAN PENGGUNAAN BAHASA JAWA DENGAN BAHASA DARI DAERAH LAIN
Di antara sekitar 746 bahasa daerah yang ada di Indonesia, Jawa
menempati posisi tertinggi sebagai bahasa yang paling banyak digunakan.
Hal ini cukup masuk akal lantaran jumlah penduduk Jawa terbilang sangat
banyak dan mendominasi. Bahasa Jawa bahkan dipakai di beberapa negara di
luar sana sebagai media komunikasi. Salah satunya adalah Suriname yang
notabene penduduknya adalah orang-orang Jawa yang dulu diasingkan oleh
Belanda.
Bahasa Jawa memang unik jika dilihat dari sejarahnya yang panjang
serta penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan dulu pernah ada
wacana untuk menjadikan bahasa Jawa sebagai bahasa nasional. Lalu
kemudian Bung Karno tidak mengizinkannya karena satu dan lain hal.
Nah, berikut ini adalah beberapa keunikan bahasa Jawa yang tidak dimiliki oleh bahasa lain di Indonesia, bahkan mungkin dunia.
1. Bahasa Jawa Sama Sekali Tak Sulit
Tak ada yang benar-benar sulit dalam bahasa Jawa. Kita tinggal
mengatakan apa yang diinginkan tanpa perlu terikat oleh prosedur apa
pun. Misalnya ‘aku suka padamu’ ya cukup bilang “aku tresno karo kowe”.
Tak perlu struktur yang susah misalnya memerhatikan subyek predikatnya.
Melafalkan bahasa Jawa sama sekali mudah
Implementasinya
juga sinkron baik ketika dilafalkan atau pun ditulis. Tak seperti
bahasa Inggris yang biasanya lafal dan tulisannya beda. Misalnya ‘drunk’
yang dibaca ‘drang’. Perancis pun demikian, tulisan dan pengucapannya
juga berbeda. Dalam bahasa Jawa hal yang demikian ini tidak alami.
2. Tidak Terikat Aturan Waktu
Dalam bahasa Jawa tak ada aturan soal waktu, maksudnya penggunaannya
tidak diatur berdasarkan waktu ketika diucapkan. Misalnya kemarin ya
kita tinggal tambahi kata “wingi”. Begitu juga untuk aturan waktu yang
lain.
Bahasa Inggris berubah kata-katanya tergantung waktunya Jika
dibandingkan dengan bahasa lain misalnya Inggris, Jawa jauh lebih
mudah. Dalam bahasa Inggris, penggunaan waktu sangat diperhatikan.
Seperti yang kita tahu, waktu berpengaruh pada imbuhan atau to be dan
juga kata kerjanya atau verb. Jepang juga demikian, ada beberapa sisipan
yang harus diimbuhkan pada kalimatnya sebagai penunjukkan waktu..
3. Bahasa Jawa Bisa Jadi Indeks Kesopanan
Dalam bahasa Jawa kita mengenal level. Nah, tingkatan ini bisa
terjadi tergantung dari siapa yang kita ajak bicara. Dalam tulisan pun
sama, tergantung dari siapa obyek yang kita tuju maka tulisan juga punya
levelnya.
Bahasa Jawa punya level tergantung kepada siapa lawan bicaranya
Level
dalam bahasa Jawa ini ada yang disebut ‘Ngoko’, ‘Kromo’ dan ‘Kromo
Inggil’. Ngoko biasanya dipakai kepada sesama atau yang lebih muda,
sedangkan kromo dan kromo inggil ditujukan kepada yang lebih tua.
Perbedaan ngoko dan kromo ini biasanya terletak pada sapaan dan kata
kerja. Misalnya saja kata ‘kamu’ ketika diucapkan kepada rekan yang
seumuran adalah ‘kowe’, sedangkan ketika berbincang dengan yang lebih
tua kita menggantinya dengan ‘sampeyan’, dan untuk yang lebih tua lagi
kita pakai ‘panjenengan’.
.
4. Bahasa Jawa Lebih Kaya Kosa Kata
Keunggulan lainnya dari bahasa Jawa adalah kita bisa menemukan
padanan kata yang sangat beragam untuk satu kata saja. Contohnya kata
‘jatuh’, dalam bahasa Inggris kita bisa menyebutnya dengan ‘fall’ atau
‘tumble’, namun dalam bahasa Jawa kita bisa menemukan padanan kata
‘jatuh’ ini banyak sekali. Misalnya, tibo, jlungup, jempalik, ceblok,
kepreset, ndelosor, nyungsep dan masih banyak lagi yang lain.
Bahasa Jawa kaya kosa kataManfaat
dari padanan kata yang beragam ini adalah penggunaannya yang detail dan
spesifik. Misalnya ketika jatuh ke belakang kita bisa memakai jempalik,
atau nyungsep ketika kita jauh ke depan. Tentu saja tak hanya satu kata
saja yang punya banyak padanan kata seperti ‘jatuh’ tadi.
5. Bisa Dikemas Arabik Atau Aksara Jawa
Keunikan bahasa Jawa adalah ia bisa dikemas dengan tiga cara. Pertama
adalah latin atau aksara biasa, kedua bisa ditulis pakai bahasa arab
dan ketiga dengan menggunakan aksara Jawa atau yang dikenal dengan
istilah Hanacaraka.
Bahasa Jawa bisa dikemas menjadi aksara Jawa seperti iniTak
banyak bahasa yang bisa dikemas multi aksara seperti ini. Hal ini jadi
bukti jika bahasa Jawa bisa diakulturasikan ke banyak tulisan.
Bukti-bukti jika bahasa Jawa bisa ditulis arab adalah kitab-kitab lama.
Sedangkan tulisan aksara Jawa bisa dilihat di banyak literatur kuno.
Jika diamati dengan seksama, memang sepertinya hanya bahasa Jawa yang
punya deretan kelebihan ini sekaligus. Mulai dari kemudahannya, tak
terkait waktu hingga memiliki struktur level berdasarkan kepada siapa
bahasa ini diucapkan. Oleh karenanya, jaga warisan budaya satu ini
jangan sampai hilang dan sirna. Banyak pelajar asing yang ingin
mempelajari bahasa ini karena keindahannya, maka kita hendaknya juga
melakukan hal yang sama dengan cara melestarikannya di kehidupan
sehari-hari.
DIKOPI DARI : http://www.boombastis.com/kelebihan-bahasa-jawa/47925/5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar